Manado, 11 Februari 2025 – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado menggelar Dialog Akademik Mahasiswa dengan tema Optimalisasi Manajemen Pelayanan Mahasiswa. Kegiatan ini merupakan implementasi dari instruksi pimpinan berdasarkan Surat Edaran Diskusi Dosen Nomor B-130/In.25/PP.OO.9/01/2025, yang mewajibkan diskusi akademik setiap hari Selasa pukul 08.00 – 12.00 WITA.

Dalam dialog ini, Kaprodi MPI, Dr. Abdul Rahman, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai narasumber utama, sementara moderator kegiatan adalah Abdul Muis Daeng Pawero, M.Pd. Fokus utama diskusi adalah evaluasi terhadap sistem pelayanan digital yang telah diterapkan selama dua minggu terakhir. Sistem ini mengandalkan pemindaian barcode untuk berbagai keperluan administrasi mahasiswa, termasuk pendaftaran ujian dan pengurusan dokumen akademik lainnya.

Dengan sistem ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai template persuratan beserta petunjuk pengisian, sehingga memungkinkan mereka mencetak surat secara mandiri. Kehadiran di ruang prodi hanya diperlukan untuk validasi dan penandatanganan surat oleh Kaprodi, sehingga proses pelayanan menjadi lebih efisien dan mengurangi antrean di ruang program studi.

Dr. Abdul Rahman juga menekankan bahwa sistem ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam merumuskan judul skripsi, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan lembaga pendidikan berbasis teknologi dan aplikasi digital.

Peserta yang hadir menyambut baik kegiatan ini serta mendapatkan wawasan baru terkait optimalisasi pelayanan akademik berbasis digital. Mereka mengapresiasi inovasi yang diterapkan oleh Prodi MPI dan berharap agar sistem pelayanan ini terus dikembangkan demi kemudahan akses bagi mahasiswa.

Dalam sesi diskusi, salah satu mahasiswa prodi MPI sekaligus Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK, Firmansyah Lentang, menyampaikan gagasannya terkait penerapan tanda tangan digital bagi Kaprodi. Ia menilai bahwa tanda tangan digital akan lebih memudahkan mahasiswa jika sewaktu-waktu Kaprodi atau Sekprodi sedang tidak berada di tempat karena tugas penelitian atau pengabdian masyarakat.

Secara terpisah, Dekan FTIK Dr. Arhanuddin, M.Pd.I memberikan tanggapannya mengenai kegiatan ini. Menurutnya, dialog akademik seperti ini sangat bermanfaat dalam membangun budaya akademik yang partisipatif serta meningkatkan kualitas layanan berbasis digital di lingkungan kampus. “Kegiatan ini mencerminkan semangat inovasi dan responsivitas terhadap kebutuhan mahasiswa. Kami berharap evaluasi dan masukan dari mahasiswa dapat terus memperbaiki sistem pelayanan akademik yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya *(admin/AM)

Related Posts