Manado, 23 April 2026 — Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado menyelenggarakan kegiatan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sekaligus kuliah tamu sebagai bagian dari upaya penguatan jejaring akademik dengan Program Studi MPI Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Badar Cipulus, Purwakarta, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas kolaborasi kelembagaan antarperguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kuliah tamu menghadirkan Sekretaris Prodi MPI STAI Al Badar Cipulus Purwakarta Jawa Barat, Ajeng Maulidya Makalalao, M.Pd., sebagai narasumber utama. Ia membawakan materi bertema *“Transformasi dan Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Manajemen Pendidikan Islam di Abad 21,”* yang menyoroti urgensi integrasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dalam tata kelola pendidikan Islam kontemporer.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi MPI FTIK IAIN Manado, Dr. Abdul Rahman, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi inter-institusi sebagai respons terhadap dinamika perubahan global di bidang pendidikan. Menurutnya, implementasi kerja sama yang telah disepakati diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu, pelatihan akademik, seminar dan webinar, riset kolaboratif, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas akademik dan kapasitas kelembagaan kedua belah pihak,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, narasumber mengelaborasi berbagai peluang pemanfaatan AI dalam manajemen pendidikan Islam, termasuk dalam aspek pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan sistem informasi pendidikan, serta inovasi dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dinilai relevan dalam menjawab tantangan era digital dan revolusi industri 4.0.
Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ahmad Al Gufron, M.Pd., berlangsung secara interaktif dan konstruktif. Partisipasi aktif mahasiswa tercermin dari berbagai pertanyaan kritis yang diajukan, terutama terkait implementasi praktis AI dalam konteks lembaga pendidikan Islam.

Melalui kegiatan ini, Prodi MPI FTIK IAIN Manado dan Prodi MPI STAI Al Badar Cipulus Purwakarta Jawa Barat diharapkan dapat membangun sinergi berkelanjutan dalam pengembangan keilmuan dan praktik manajemen pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi*(admin)

Post a comment

Related Posts